Hikmah Kedua Belas : Menyadari Kesalahan (03/05/2018)

 

Tidak ada seorang manusia pun yang steril dari kesalahan. Manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak mempunyai kesalahan, tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika melakukan kesalahan, segera menyadari diri, memohon pengampunan kepada Sang maha Pengampun. Jangan pernah putus asa dari kasih sayang Allah. Semua dosa akan diampuni, asalkan bisa menghentikannya, sungguh-sungguh menyesali diri dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.

 

            Adakah di antara pembaca sekalian yang tidak pernah melakukan kesalahan?

            Adakah di antara pembaca sekalian yang tidak penah berbuat dosa?

            Kalau ada yang menjawab iya, maka yakinlah dia telah menambah kesalahan dan perbuatan dosa, karena tidak menyadari kesalahan dan dosanya.

 

Di antara manusia yang diciptakan oleh Allah swt., hanya para Nabi dan Rasul yang ma’shum (terpelihara dari dosa). Maka, selain mereka tidak ada seorang manusia pun yang steril dari kesalahan. Manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak mempunyai kesalahan, tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika melakukan kesalahan, segera menyadari diri, memohon pengampunan kepada Sang Maha Pengampun.

Seorang manusia tidak selayaknya menunda dan menangguhkan taubat, sebaliknya mesti bersegeralah meminta pengampunan kepada Allah swt. Ajal tidak pernah menunggu taubat, maka sebelum ruh sampai di tenggorokan, bertaubatlah.

Seorang hamba tidak selayaknya putus asa dari kasih sayang Allah karena semua dosa akan diampuni, kecil maupun besar, yang disengaja atau karena kelalaian, yang dilakukan sekaligus atau bertahap, yang dinampakkan atau pun disembunyikan, asalkan syarat-syarat taubat bisa dipenuhi.

 

Allah swt. menjanjikan dalam firman-Nya:

 

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Terjemah:

Katakanlah! Wahai hamba-hambaku yang sudah melampaui batas atas diri mereka. Jangan putus asa dari kasih sayang Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

(QS az-Zumar: 53)

 

            Dalam ayat di atas, Allah swt. menyapa manusia yang sudah melampaui batas dengan sapaan yang penuh kasih sayang dan menjanjikan kepada mereka pengampunan atas semua dosanya.

            Adapun syarat-syarat taubat yang diterima apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak Allah SWT. adalah:

  • Menghentikan dosa dengan segera
  • Menyesali dengan penyesalan yang mendalam
  • Bertekad tidak akan mengulangi lagi.

 

Apabila dosa tesebut berkaitan dengan hak manusia, maka ditambah satu persyaratan yaitu menyelesaikan urusan tersebut dengan orang yang bersangkutan. Apabila berkaitan dengan kehormatan diri, maka penyelesaiannya dengan cara meminta maaf. Sedangkan apabila berkaitan dengan harta benda, maka penyelesaiannya adalah dengan mengembalikan harta tersebut kepada pemiliknya yang sah.   

 

Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc, M.THI


Salam
Pengurus