HIKMAH KE TIGA BELAS : Menyeimbangkan Potensi Diri (11/05/2018 )

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Apabila potensi akal dimatikan, maka akan menyebabkan kebodohan. Namun apabila potensi akal dilepaskan tanpa kontrol maka akan melahirkan kelicikan. Apabila potensi emosi dimatikan, maka akan menyebabkan sifat pengecut. Namun apabila potensi emosi dilepaskan tanpa kontrol maka akan melahirkan tindakan nekat. Apabila potensi syahwat dimatikan, maka akan menyebabkan sifat statis. Namun apabila potensi syahwat dilepaskan tanpa kontrol maka akan melahirkan manusia yang rakus. Seimbangkan ketiga potensi tersebut.

 

Manusia adalah makhluk yang sangat dimuliakan oleh Allah swt., diciptakan dalam komposisi yang terbaik. Kemuliaan manusia, di antaranya disebabkan oleh potensi kebaikan yang dikaruniakan oleh Allah swt. Namun apabila potensi kebaikan disalahgunakan, maka akan menjerumuskan manusia ke posisi yang rendah.

Allah swt. berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ .ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ. إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ.

Artinya:

Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami mengembalikannya ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh.

(QS at-Tin: 4-6)

 

Manusia dikaruniai oleh Allah swt. aneka macam quwwah (potensi), di antaranya yaitu potensi akal, syahwat dan emosi. Ketiga potensi tersebut tidak boleh dimatikan dan tidak boleh juga dilepaskan. Apabila ketiganya dimatikan atau di lepaskan tanpa kendali, maka akan menimbulkan efek buruk dalam kehidupan.

Akal jika dimatikan akan menyebabkan kebodohan dan menempatkan manusia pada derajat yang lebih rendah dibandingkan dengan binatang. Sebaliknya jika akal dibiarkan tanpa kendali akan melahirkan manusia yang licik.

Syahwat jika dimatikan akan menyebabkan manusia tidak mempunyai obsesi dan keinginan. Sebaliknya, jika syahwat dibiarkan tanpa kendali akan melahirkan manusia yang rakus dan tamak, manusia yang ingin memiliki bahkan meskipun bukan haknya.

Emosi  jika dimatikan akan menyebabkan manusia menjadi penakut. Sebaliknya, jika emosi dilepaskan begitu saja akan melahirkan manusia yang emosional dan mudah marah.

Sikap yang bijaksana adalah dengan menempatkan ketiga potensi tersebut secara proporsional. Apabila akal ditempatkan secara proporsional, akan melahirkan manusia yang cerdas Ketika syahwat ditempatkan secara proporsional akan melahirkan manusia yang punya ‘iffah yaitu mereka yang menjaga kehormatan dirinya. Ketika emosi ditempatkan secara proporsional akan melahirkan manusia yang pemberani.

 

Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc.M.THi


Salam
Pengurus