Renungan Hari ke-25 Pohon ASIA : Standar Kompetensi Lulusan Ramadhan (11/06/2018)

Di dunia pendidikan salah satu acuan penentuan kelulusan yaitu Standar Kompetensi Lulusan. Siswa akan lulus SD, SMP atau SMA jika memenuhi SKL tersebut. SKL dirumuskan dari harapan sosok ideal yang ingin diwujudkan pada tiap tingkatan pendidikan. Ramadhan juga dapat dirumuskan SKL nya merujuk pada sosok takwa yang ingin dicapai dari perintah puasa.

Sosok manusia dapat diibaratkan pohon yang memiliki akar, batang, daun dan buah. Pohon terbaik yang kokoh artinya akarnya kuat menghujam ke bumi, batangnya kokoh daunnya lebat dan buahnya banyak, sehat dan segar.

Dalam terminologi agama Islam akar yang kuat itu adalah akidah yang benar. Batang yang kokoh adalah syariah yang diamalkan. Daun itu adalah ilmu yang memadai. Buah itu adalah akhlak yang mulia. Disingkat pohon ASIA (Akidah, Syariah, Ilmu, Akhlak).

Aqidah yang benar tandanya tauhid dan ikhlas menyatu dalam diri. Keyakinan bahwa Allah itu Ada dan Maha Kuasa. Segalanya berasal dari Allah, milik Allah, kendali Allah, untuk Allah dan kembali kepada Allah.

Puasa melatih merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan. Tetap berpuasa meskipun tidak ada yang melihat karena yakin Allah Maha Melihat. Urusannya bukan dengan manusia tapi dengan Allah sehingga tumbuh keikhlasan. Lulus di bulan Ramadhan  pada sisi aqidah akan terbukti jika di luar Ramadhan masih dapat merasakan kehadiran Allah sehingga dirinya terjaga dari segala pelanggaran dan kemaksiatan.

Syariah dilatih melalui pengamalan ajaran Islam seperti shalat, puasa dan zakat sesuai dengan aturan Allah dan Rasul Nya. Latihan intensif shalat berjamaah dan puasa diharapkan membangun kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator kelulusannya jika di luar Ramadhan tetap dapat disiplin shalat berjamaah dan bisa puasa sunnah. Juga tetap rutin berinfak dan membantu kaum dhuafa.

Belajar ilmu agama di bulan Ramadhan sangat mudah karena tersedia melalui ceramah tarawih, ceramah subuh dan juga melalui media sosial serta media elektronik. Selepas Ramadhan akan berkurang. Lulusan Ramadhan yang berhasil indikatornya yaitu secara aktif belajar ilmu agama melalui membaca buku, majelis taklim, media sosial dan komunitas lainnya.

Salah satu kebiasaan di bulan Ramadhan yaitu membaca Al Qur'an 30 juz. Indikator kelulusan pasca Ramadhan yaitu kebiasaan mengaji setiap hari terus berlanjut melalui one day one juz atau two days one juz. Juga berusaha memahami maknanya melalui tadabbur Al Qur'an dan mencoba menghafalnya.

Akhirnya seluruh amaliah Ramadhan buahnya di akhlakul karimah. Beberapa ulama mengambil dari huruf yang ada pada kata taqwa yaitu tawadhu, qona'ah, wara' dan ikhlas. Tawadhu yaitu rendah hati atau tidak sombong. Cirinya tidak merendahkan orang lain karena perbedaan status kekayaan, jabatan,  keturunan, gelar keilmuwan dan lainnya. Juga siap menerima kebenaran dari manapun datangnya.  

Qona'ah artinya merasa cukup sehingga senantiasa bersyukur atas nikmat Allah. Cirinya jauh dari iri dan dengki karena dalam urusan dunia senantiasa melihat ke bawah. Wara' yaitu hati-hati dalam bertindak sehingga jauh dari pelanggaran dan maksiat. Ikhlas yaitu jauh dari sifat ingin dipuji orang lain (sum'ah), pamer kebaikan (riya') sehingga terus berbuat baik meskipun orang lain tidak memberi penghargaan dan balasan.

Tentu masih banyak ciri yang lain seperti jujur, amanah, istiqamah, ramah, suka menolong, dermawan atau pemurah, pemaaf, sabar, mampu mengendalikan amarah, dan sifat mulia lainnya. Semoga latihan Ramadhan membuat kita memiliki akhlakul karimah sehingga dapat meraih bahagia dunia dan akhirat. Amin.

Makassar, 10 Juni 2018

Syamril, ST, M.Pd.


Salam
Pengurus