Hikmah Kedelapan Belas : Mencintai Orang yang Mencintai Allah (16/07/2018)

Bagaimanapun besarnya rasa cinta kepada seseorang, hal itu tidak boleh mengalahkan rasa cinta kepada Allah. Bahkan alasan utama untuk mencintai seseorang adalah karena cintamu kepada Allah dan cintanya kepada Allah. Cintailah orang yang mencintai Allah, niscaya engkau akan semakin mencintainya dan Allah pun akan semakin mencintaimu.

 

Kepada siapakah yang tertinggi mestinya ditujukan?

 

Bagi orang yang beriman, pertanyaan di atas tentu tidaklah sulit untuk dijawab. Cinta yang tertinggi selayaknya ditujukan kepada Allah, Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Seseorang tidak dilarang untuk mencintai makhluk, karena cinta kepada makhluk merupakan naluri yang ditanamkan oleh Allah swt. di dalam hati manusia. Allah swt. berfirman:

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ. قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ.

 

Terjemah:

Telah dihiasi pada manusia rasa cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik. Katakanlah! Maukah kalian kukabarkan apa yang lebih baik? Bagi orang yang bertakwa (tersedia) di sisi tuhan mereka, surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta keridhaan yang sempurna dari Allah. Allah Maha melihat hamba-hamba-Nya.

(QS Ali Imran: 14-15)

 

            Ayat di atas menunjukkan bahwa kecintaan kepada kesenangan dunia adalah naluri yang telah dijadikan hiasan oleh Allah swt. dalam diri manusia. Hanya saja bagaimanapun besarnya rasa cinta seseorang kepada makhluk, hal itu tidak boleh mengalahkan rasa cintanya kepada Allah.

            Allah swt. menegaskan dalam firman-Nya:

 

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Terjemah:

Katakanlah: “Jika orang tua kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, pasangan hidup kalian, keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perdagangan yang kalian khawatir kerugiannya dan rumah tempat tinggal yang kalian sukai lebih kalian cintai dibandingkan Allah, Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya dan Allah tidak memberikan hidayah kepada orang-orang yang fasik.

(QS at-Taubah: 24)

 

Ayat di atas menunjukkan bahwa barang siapa yang menjadikan kecintaannya kepada makhluk, baik berupa manusia seperti orang tua, pasangan hidup dan anak, maupun berupa harta seperti emas, perak dan tempat tinggal melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia digolongkan sebagai orang yang fasik yang tidak akan mendapatkan hidayah.

Dengan demikian, mencintai seseorang adalah naluri manusia yang tidak dilarang oleh Allah selama tidak melebihi rasa cinta kepada Allah, Bahkan alasan utama untuk mencintai seseorang adalah karena cinta kepada Allah dan cintanya kepada Allah.

Maka cintailah orang yang mencintai Allah, niscaya engkau akan semakin mencintainya dan Allah pun akan semakin mencintaimu.

 

oleh : Dr.H. Syahrir Nuhun, Lc, M.THI


Salam
Pengurus