Hikmah Kedua PuluhDua : Mencintai dan Menghormati (13/08/2018)

Mencintai dan Menghormati adalah dua hal yang berbeda. Tidak mungkin anda mencintai seseorang, tanpa menghormatinya. Tapi anda tetap bisa menghormati seseorang, meskipun anda tidak lagi mencintainya.

Ketika anda pernah mencintai seseorang, lalu cinta itu hilang, tetap pertahankan rasa hormatmu. Cinta seringkali merupakan pemberian dari Allah, tetapi penghormatan bagaimanapun juga adalah pilihan.

 

Pernahkah anda mengenal dua orang yang awalnya saling mencintai, saling memuja dan menyanjung. Namun kemudian rasa cinta itu berubah menjadi benci, maka puja puji dan sanjungan berubah menjadi caci maki dan hinaan?

 

Pudarnya rasa cinta, bahkan hilangnya rasa cinta seharusnya tidak lantas juga menghilangkan sikap hormat.Dua orang yang penah saling mencintai, apalagi yang pernah menjadi suami istri misalnya, seharusnya tetap menjaga sikap saling menghormati, karena bagaimanapun juga mereka pernah menjalani hidup bersama, membagi suka dan duka.

Mencintai dan Menghormati adalah dua hal yang berbeda. Tidak mungkin anda mencintai seseorang, tanpa menghormatinya. Tapi anda tetap bisa menghormati seseorang, meskipun anda tidak mencintainya.

Sayangilah sesama, terutama yang lebih muda. Hormatilah sesama, terutama yang lebih tua, karena keduanya termasuk tanda umat Nabi saw. Nabi pernah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرِنَا فَلَيْسَ مِنَّا »

Artinya:

Dari “Abdullah bin ‘Amru dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak mengetahui hak orang yang lebih tua, maka dia bukan dari golongan kami

(HR. Abi Dawud)

 

Ketika anda pernah mencintai seseorang, lalu cinta itu hilang, tetap pertahankan rasa hormatmu. Cinta seringkali merupakan pemberian dari Allah swt. yang tidak bisa ditolak oleh manusia, tetapi penghormatan terhadap sesama, bagaimanapun juga adalah pilihan

Orang yang terhormat adalah orang yang bisa menghormati orang lain, meskipun ia pernah dikecewakan, dikhianati dan sudah tidak lagi dicintai.

 

Oleh :  Dr. Syahrir Nuhun, Lc.,M.THi


Salam
Pengurus