Hikmah Kedua Puluh Tiga : Memuliakan Orang Lain (20/08/2018)

Barang siapa yang suka merendahkan, menghina dan mencemooh orang lain, maka Allah akan menjadikannya sebagai bahan cemoohan di hadapan manusia.

Barang siapa yang tahu menghargai, menghormati dan memuliakan orang lain, maka Allah akan memuliakannya di hadapan manusia.

 

Lemparkanlah sebuah bola ke tembok beberapa kali dan perhatikanlah apa yang terjadi?

Setiap kali anda melempar, setiap kali pula bola itu memantul.

Semakin keras anda melempar, maka akan semakin keras pula pantulannya,

 

Begitulah interaksi dengan orang lain dalam kehidupan ini. Setiap aksi akan menimbulkan reaksi dengan intensitas kekuatan yang sama dengan arah yang berlawanan.

Setiap kali seseorang menghina orang lain, maka setiap kali pula penghinaan tersebut akan kembali kepada dirinya. Maka semakin sering seseorang menghina orang lain, semakin cepat dan semakin dalam pula ia terjatuh ke dalam jurang kehinaan. Sebaliknya semakin seseorang tahu bagaimana memuliakan orang lain, maka akan semakin tinggi pulalah kemuliaannya.

Terkadang ada orang yang suka menghina dan merendahkan orang lain, karena menyangka dengan cara seperti itu kemuliaannya akan bertambah, padahal barang siapa yang suka merendahkan, menghina dan mencemooh orang lain, maka Allah akan menjadikannya sebagai bahan cemoohan di hadapan manusia. Apalagi jika ia menghina orang dengan cara menuduh dengan tuduhan yang tidak benar atau memfitnah orang lain, maka boleh jadi sebelum mati, ia akan mengalami fitnah sebagaimana yang dituduhkan kepada orang.

Rasulullah saw. telah mengingatkan umatnya akan bahaya melakukan penghinaan kepada orang lain, di antaranya seperti yang terdapat hadis berikut:

 

عَنْ أَبِى جُرَىٍّ جَابِرِ بْنِ سُلَيْمٍ قَالَ قُلْتُ اعْهَدْ إِلَىَّ. قَالَ « لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا ». قَالَ فَمَا سَبَبْتُ بَعْدَهُ حُرًّا وَلاَ عَبْدًا وَلاَ بَعِيرًا وَلاَ شَاةً. قَالَ « وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ »

Artinya

Dari Abi Juraiy Jabir bin Sulaim ia berkata, Saya berkata (kepada Nabi saw): Berilah saya nasehat, Beliau bersabda: “Jangan sekali-kali menghina seseorang”. Ia (Jabir) berkata: sejak saat itu saya tidak pernah menghina siapapun, baik orang merdeka, budak, unta ataupun kambing. Beliau juga bersabda: “Dan janganlah meremehkan kebaikan sekecil apapun, bicaralah kepada saudaramu dengan menghadapkan wajahmu kepadanya, sesungguhnya yang demikian itu termasuk kebaikan. Angkatlah sarungmu sampai ke pertengahan betis, maka jika engkau enggan sampai ke mata kaki Jauhilah menjulurkan pakaian karena itu termasuk kesombongan dan sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan. Jika ada seseorang yang memakimu dan menghinamu dengan apa yang ia ketahui pada dirimu, maka janganlah engkau memakinya dengan apa yang engkau ketahui pada dirinya, karena sesungguhnya keburukannya akan kembali kepadanya. 

(HR. Abu Dawud)

 

Di dalam hadis di atas, secara tegas Nabi saw. melarang menghina orang lain, bahkan makhluk lain. Selain itu, Nabi saw. juga melarang untuk membalas penghinaan. Hanya orang yang hina sajalah yang suka menghina orang lain dan membalas penghinaan dengan penghinaan juga.

Perhatikanlah orang-orang yang ada di sekitarmu. Mereka yang suka menghina orang lain pasti akan dijauhi, karena tidak ada seorang manusia pun yang ingin dihinakan. Sebaliknya orang yang tahu menghormati dan memuliakan orang lain akan disukai dan didekati karena semua manusia secara naluriah ingin dihargai.

Tentu saja penghormatan dan penghargaan yang dimaksud adalah penghormatan yang sewajarnya, bukan yang berlebihan dan melampaui batas. Ketika sudah sangat berlebihan, maka penghormatan pun menjadi seperti penghinaan.

Maka biasakanlah untuk menghargai dan memuliakan orang lain dengan cara yang sewajarnya dan sepantasnya, karena barang siapa yang tahu menghargai, menghormati dan memuliakan orang lain, maka Allah akan memuliakannya di hadapan manusia. Bukankah balasan atas semua kebaikan adalah kebaikan pula?

 

Oleh :  Dr. Syahrir Nuhun, Lc.,M.THi


Salam
Pengurus