Hikmah Kedua Puluh Empat : Memperlakukan Keluarga dengan Cara yang Terbaik (27/08/2018)

Baik buruknya akhlak seseorang tidak dilihat pada saat ia berada di luar rumah, tetapi dinilai pada saat berada di dalam rumah. Begitu banyak orang yang terlihat lembut di luar rumah, tetapi kasar terhadap terhadap keluarganya sendiri. Tidak sedikit orang yang kelihatan dermawan terhadap orang lain, tetapi kikir terhadap keluarganya sendiri. Perlakukanlah keluargamu dengan cara yang terbaik karena manusia yang terbaik adalah manusia yang paling baik memperlakukan keluarganya.

 

Apakah yang menjadi ukuran baik-buruknya akhlak seseorang?

 

Jawaban atas pertanyaan di atas tentu akan sangat variatif. Salah satu jawabannya dikemukakan oleh Nabi saw. di dalam hadis berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Artinya:

Dari ‘Aisyah ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan saya yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.

(HR. at-Turmudzi)

Ternyata menurut hadis di atas, baik buruknya akhlak seseorang dinilai dan diukur dari perlakuannya terhadap keluarganya. Akhlak seseorang tidak dilihat pada saat ia berada di luar rumah, tetapi dinilai pada saat berada di dalam rumah.

Ada orang yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam sekedar untuk berkumpul bersama dengan rekan-rekan sekantor, membicarakan hal-hal yang tidak begitu penting, ngobrol sana-sini, tetapi begitu sulit untuk meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga. Ada orang yang terlihat lembut di luar rumah, sopan ketika berbicara dengan teman-temannya tetapi kasar terhadap terhadap keluarganya sendiri dan sering membentak mereka. Tidak sedikit orang yang kelihatan dermawan terhadap orang lain, suka mentraktir koleganya, tetapi kikir terhadap keluarganya sendiri dan penuh perhitungan ketika harus mengeluarkan uang.

Keluarga adalah orang-orang terdekat, bersama merekalah kita lebih banyak menghabiskan waktu, dari merekalah kita lebih banyak mendapatkan perhatian dan merasakan kasih sayang.

Maka sudah sepantasnya, seseorang memperlakukan keluarganya dengan cara yang terbaik. Tanamkanlah selalu di dalam hati bahwa manusia yang terbaik adalah manusia yang paling baik memperlakukan keluarganya.

 

Oleh :  Dr. Syahrir Nuhun, Lc.,M.THi


Salam
Pengurus