Hikmah Kedua Puluh Lima : Memberikan Perhatian yang Sewajarnya (04/09/2018)

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

            Masalah sepele seringkali menjadi besar bagi orang-orang yang sepele. Hanya orang-orang yang berjiwa kerdil yang seringkali membesar-besarkan masalah sepele. Sebaliknya orang-orang yang berjiwa besar akan memberikan perhatian besar kepada masalah-masalah besar dan hanya akan memberikan perhatian seperlunya kepada masalah-masalah kecil. Tinggalkanlah apa yang tidak berarti bagimu karena itulah tanda kesempurnaan Islam seseorang.

 

 

Seperti apakah reaksi yang anda tunjukkan ketika menghadapi satu masalah?

Samakah cara anda bereaksi untuk menyelesaikan setiap masalah yang berbeda-beda?

 

Jawaban atas pertanyaan di atas akan menunjukkan tingkat kedewasaan dan kecerdasan anda.

 

Masalah yang dialami dalam kehidupan dari segi kualitasnya sangat beragam. Ada masalah yang sepele, ringan, kecil. Ada masalah yang sedang dan sedehana. Namun ada pula masalah yang berat, besar dan kompleks.

Masalah sepele seringkali menjadi besar bagi orang-orang yang tidak dewasa. Hanya orang-orang yang berjiwa kerdil yang seringkali membesar-besarkan masalah sepele. Sebaliknya orang-orang yang berjiwa besar akan memberikan perhatian besar kepada masalah-masalah besar dan hanya akan memberikan perhatian seperlunya kepada masalah-masalah kecil.

Tinggalkanlah masalah yang tidak begitu penting dan tidak terlalu berarti karena itulah tanda kesempurnaan Islam seseorang.

Rasulullah saw. bersabda:

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ ».

 

Artinya:

Dari Abi Hurairah ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Di antara tanda kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berkaitan dengannya”.

(HR at-Turmudzi)

           

Dalam hadis di atas Rasulullah saw. mengarahkan umatnya untuk tidak banyak mencampuri permasalahan yang tidak berkaitan dengannya, apalagi jika hal tersebut akan mengalihkannya dari masalah yang lebih penting.

            Masa hidup di dunia terlalu singkat kalau semua masalah ingin diurus. Maka skala prioritas penting untuk disusun. Mulailah dari hal-hal yang penting dan mendesak, kemudian hal-hal yang penting meskipun tidak begitu mendesak, setelah itu hal yang tidak penting namun mendesak. Prioritas terakhir adalah hal yang tidak penting dan tidak mendesak.

            Terlalu banyak mencampuri urusan orang lain, terutama masalah yang tidak bermanfaat baginya adalah salah satu faktor yang sering menimbulkan perpecahan dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat. Maka tanda muslim yang sejati adalah sikap tidak mencampuri urusan orang lain yang tidak berkaitan dengannya.

 

Oleh :  Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc. M,THi

 

 

 

 

 


Salam
Pengurus