Hikmah Kedua Puluh Sembilan : Kearifan Menyelesaikan Masalah (01/10/2018)

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Semua manusia pasti mempunyai permasalahan dalam hidup, tetapi Allah juga selalu menyediakan jalan keluar bagi setiap masalah. Jangan pernah merasa takut dengan masalah, selesaikanlah dengan penuh kearifan.

 

 

Adakah di antara pembaca sekalian yang tidak mempunyai masalah dalam hidup?

 

Kalau ada yang menjawab iya, maka hati-hatilah karena itu artinya anda tidak menyadari masalah tersebut.

 

Ketika masalah dipahami sebagai ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, maka itu artinya semua manusia pasti mempunyai masalah dalam hidup. Permasalahan dalam hidup sangatlah kompleks dan beragam. Ada yang mengalami masalah pribadi berkaitan dengan kesehatan fisik maupun mental, masalah keuangan dan keterbatasan lainnya. Ada pula yang mengalami masalah yang berkaitan dengan interaksinya dengan orang lain, baik interaksi di rumah dengan orang tua, anak, pasangan hidup ataupun interaksi di tempat kerja dengan atasan, bawahan, rekan kerja dan juga interaksi dengan masyarakat yang lebih luas.

Adanya masalah merupakan satu keniscayaan yang akan selalu menyertai kehidupan, namun Allah swt. juga selalu menyediakan jalan keluar bagi setiap masalah. Oleh karena itu, selesaikanlah setiap masalah dengan penuh kearifan.

Inti dari penyelesaian tehadap semua masalah adalah dengan mengembalikan permasalahan tersebut kepada Allah swt.

Allah swt. berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِب

Terjemah:

Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.

(QS AT Thalaq ayat 2-3).

 

            Subhanallah! Begitu pasti janji-Nya dalam ayat di atas. Bagi orang yang bertakwa kepada Allah swt., maka Allah swt. akan menjadikan untuknya jalan keluar bagi semua masalah dan secara khusus, Allah swt. akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

            Ketakwaan adalah solusi mutlak bagi semua permasalahan hidup. Ketakwaan akan mendorong manusia untuk selalu menyesuaikan seluruh aktifitas hidupnya dengan tuntunan Allah swt., dengan cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

            Jika anda mempunyai masalah dalam hidup, mengadulah terlebih dahulu kepada Allah swt. sebelum meminta bantuan kepada makhluk. Ketika anda sakit, mengadulah terlebih dahulu kepada Allah swt., mohonlah kesembuhan hanya kepada-Nya, setelah itu berobatlah sebagai bagian dari sunnatullah untuk kesembuhan.

            Ketika anda menghadapi masalah keuangan, mengadulah terlebih dahulu kepada Allah swt, mohonlah kepada-Nya agar diberikan kecukupan rezeki., setelah itu bekerjalah sebagai bagian dari sunnatullah untuk mendapatkan rezeki.

            Ketika anda berselisih dengan orang lain, mengadulah terlebih dahulu kepada Allah swt., mohonlah kepada-Nya agar hati-hati kalian dilembutkan dan penyebab perselihan itu diangkat olehnya, setelah itu bicarakan persoalan tersebut dengan baik dengan kepala dingin sebagai bagian dari ikhtiar manusia.

            Bukan hanya masalah pribadi, permasalahan masyarakat dan bangsa pun, solusinya adalah ketakwaan. Allah swt. menjanjikan dalam al-Qur’an:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Tejemah:

Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan bukakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan, maka Kami timpakan siksa kepada mereka disebabkan apa yang mereka lakukan

(QS al-A’raf: 96)

 

            Di dalam ayat di atas, Allah swt. menjanjikan bahwa keimanan dan ketakwaan dari penduduk suatu negeri adalah jaminan turunnya keberkahan kepada negeri tersebut.

            Keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan hukum-hukum Allah swt. di tengah-tengah masyarakat. Pengabaian terhadap hukum-hukum Allah swt. akan membuat negeri tersebut tidak akan bisa keluar dari permasalahan, justru sebaliknya akan semakin terpuruk dalam permasalahan.

            Semoga permasalahan bangsa, bisa diselesaikan dengan sungguh-sungguh bertakwa kepada-Nya dan menjadikan hukum Allah swt sebagai panduan dalam kehidupan berbangsa.

 

 

Oleh :  Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc.,M.THi


Salam
Pengurus