Hikmah Ketiga Puluh Satu : Menerima Kekurangan Orang Lain (24/12/2018)

Assalamu Alaikum Wr. Wb

.

Tidak ada kesempurnaan yang mutlak di bawah kolong langit dan di atas permukaan bumi, karena yang sempurna secara mutlak hanyalah Pencipta langit dan bumi. Seseorang tidak akan pernah menemukan sosok yang sempurna dalam kehidupannya. Siapapun orangnya: orang tua, anak, suami, istri, guru, murid, sahabat bahkan seorang tokoh agama dan pemimpin sekalipun, pasti memiliki kekurangan. Anda akan sangat kecewa kalau mengharapkan sosok yang yang sempurna. Sebaliknya kebahagiaan akan dirasakan jika mampu menerima orang lain secara sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Hargailah kelebihan orang lain dan pahamilah kekurangannya.

 

Pernahkah anda merasa kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa seseorang yang pada awalnya sangat anda puja-puja, anda kagumi, anda idolakan dan anda jadikan sebagai figur yang sempurna untuk dijadikan teladan ternyata mempunyai banyak kekurangan yang tidak pernah anda duga?

 

Kalau anda pernah mengalaminya, maka jangan salahkan orang yang anda kagumi. Masalahnya sesungguhnya bukan pada orangnya, tetapi pada diri anda sendiri. Mengapa demikian? Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Tidak ada kesempurnaan di bawah kolong langit dan di atas permukaan bumi, karena yang sempurna hanyalah Pencipta langit dan bumi.  

Sosok yang sempurna tidak akan pernah ditemukan dalam kehidupan ini. Siapapun orangnya dan dalam posisi apapun: sebagai orang tua, anak, suami, isri, guru, murid, sahabat bahkan seorang tokoh agama dan pemimpin sekalipun, pasti memiliki kekurangan.

Semua orang pernah melakukan kesalahan. Sangat tidak bijaksana apabila menuntut dari seseorang untuk tidak pernah melakukannya.  Allah swt. pun melewatkan apa yang dilakukan oleh manusia karena kesalahan, kelupaan dan keterpaksaan. Rasulullah saw. bersabda:

 

 عَنْ أَبِى ذَرٍّ الْغِفَارِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِى الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ ».

Artinya:

Dari Abu Dzar al-Ghiffari ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah melewatkan dari umatku (apa yang dilakukan) karena kesalahan, kelupaan dan keterpaksaan.

(HR. Muslim).

 

Kekecewaan akan dirasakan apabila mengharapkan dan memaksakan hadirnya sosok yang sempurna dalam kehidupan. Ketika merasa tidak puas dengan seseorang yang selama ini telah bersama menjalani hidup dan mengharapkan hadirnya sosok yang lain, yakinlah bahwa ketidakpuasan akan kembali dirasakan meskipun sosok yang diharapkan tersebut telah dimiliki. 

Kebahagiaan hanya akan bisa dirasakan apabila mampu menerima orang lain secara sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Maka hargailah kelebihan orang lain dan pahamilah kekurangannya. Sebagaimana orang lain memiliki kekurangan, anda pun pasti juga memilikinya.

 

Oleh : Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc, M.THi

 


Salam
Pengurus