Hikmah Ketiga Puluh Dua : Memahami Alasan suatu Tindakan (07/01/2019)

Assalamu Alaikum Wr Wb

Belajarlah untuk selalu memahami orang lain, meskipun tidak semua tindakannya bisa dibenarkan. Seseorang tidak mungkin bisa membenarkan tindakan orang lain tanpa mengetahui alasannya dengan baik. Dengan mengetahui alasannya, sesalah apapun tindakan seseorang menurut penilaianmu, anda akan memahami tindakannya dan lebih bijak dalam menyikapinya. Lebih baik menyibukkan diri untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri, daripada menghabiskan waktu untuk mempersalahkan orang lain.

 

Adakah seseorang yang semua tindakannya disetujui dan disepakati oleh orang lain? atau adakah seseorang yang bisa menyetujui dan menyepakati semua tindakan yang dilakukan oleh orang lain?

 

Sepertinya orang yang seperti itu tidak akan pernah ditemukan dalam dua kondisi tersebut. Boleh jadi, ada orang yang menampakkan secara lahiriahnya persetujuan dan kesepakatan atas semua yang dilakukan oleh orang lain, namun belum tentu persetujuan dan kesepakatan tersebut benar-benar muncul dari lubuk hatinya yang terdalam.

Seringkali seseorang menampakkan persetujuan dan kesepakatan terhadap orang lain, meskipun sebenarnya hatinya tidak menyetujui. Hal itu disebabkan oleh berbagai alasan. Boleh jadi karena ingin menyenangkan hatinya atau paling tidak untuk menghindarkannya dari kekecewaan.

Sebagaimana tidak mungkin semua tindakan anda disetujui, disepakati dan dibenarkan oleh orang lain, demikian pula anda tidak mungkin bisa menyetujui, menyepakati dan membenarkan semua tindakan orang lain. Maka, yang lebih penting daripada membenarkan tindakan seseorang adalah memahaminya.

Belajarlah untuk selalu memahami orang lain, meskipun tidak semua tindakannya bisa dibenarkan.

Untuk bisa memahami tindakan seseorang, maka minimal mengetahui alasan yang mendasarinya untuk melakukan hal tersebut. Anda tidak mungkin bisa membenarkan tindakan seseorang tanpa mengetahui alasannya dengan baik. Dengan mengetahui alasan seseorang melakukan suatu tindakan, maka anda akan memahami tindakannya dan bisa lebih bijak dalam menyikapinya.

Memahami alasan suatu tindakan juga akan menghindarkan seseorang dari sikap terlalu mudah menyalahkan orang lain. Selain itu, jauh lebih baik menyibukkan diri untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri daripada menghabiskan waktu untuk mempersalahkan orang lain.

Seringkali seseorang menyibukkan diri dengan mencari-cari dan membicarakan aib orang lain, sedangkan aib besar yang ada pada dirinya sendiri luput dari perhatiannya.

Sungguh tepatlah apa yang disebutkan di dalam hadis berikut:

 

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( يبصر أحدكم القذاة في عين أخيه وينسى الجذع في عينه )

Atinya:

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran yang terdapat pada mata saudaranya, tetapi dia lupa kayu besar yang ada di matanya.

(HR. Ibn Hibban).

Imam al-Bukhari juga meriwayatkan hadis di atas dalam kitab al-Adab al-Mufrad secara mauquf.

           

Dalam hadis di atas digambarkan sifat manusia yang dengan mudahnya bisa melihat kesalahan kecil yang dilakukan oleh orang lain, tetapi tidak memperhatikan kesalahan besar yang telah dilakukannya.

Mari lebih banyak memanfaatkan waktu untuk menilai diri sendiri, mencari kekurangan diri dan mempebaikinya.

 

Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc, MA


Salam
Pengurus