Hikmah Ketiga Puluh Tiga : Keberhasilan Dakwah (17/01/2019)

Assalamu alaikum Wr. Wb

 

Keberhasilan sebuah ceramah tidaklah diukur dari banyaknya orang yang tertawa karena kelucuannya. Keberhasilan ceramah juga tidak diukur dari banyaknya orang yang menangis karena terharu. Tetapi keberhasilan sebuah ceramah yang merupakan bagian dari dakwah adalah ketika mampu mengeluarkan diri sendiri dan orang lain dari aneka kegelapan dan membawanya menuju kepada sebuah cahaya.

Keberhasilan sebuah ceramah tidaklah diukur dari banyaknya orang yang tertawa karena kelucuannya. Keberhasilan ceramah juga tidak diukur dari banyaknya orang yang menangis karena terharu. Tetapi keberhasilan sebuah ceramah yang merupakan bagian dari dakwah adalah ketika mampu mengeluarkan diri sendiri dan orang lain dari aneka kegelapan dan membawanya menuju kepada sebuah cahaya.

 

Apakah indikator keberhasilan sebuah ceramah?

Banyaknya gelak tawa?

Riuhnya tepuk tangan yang membahana?

Atau suara isak tangis?

Keberhasilan sebuah ceramah tidaklah diukur dari banyaknya orang yang tertawa karena kelucuannya. Keberhasilan ceramah juga tidak diukur dari banyaknya orang yang menangis karena terharu. Keberhasilan ceramah juga tidak dinilai dari banyaknya orang yang memuji karena menyukainya.

Keberhasilan sebuah ceramah sebagai bagian dari dakwah adalah ketika mampu mengeluarkan diri sendiri dan orang lain dari aneka kegelapan dan membawanya menuju kepada sebuah cahaya.

Allah swt. berfirman:

الر كِتَابٌ أَنزلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِم

 

Terjemah:

Alif Lam Ra. Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari aneka kegelapan menuju satu cahaya dengan izin tuhan mereka

(QS. Ibrahim: 1)

 

Dakwah ilallah (mengajak manusia kepada Allah) adalah jalan hidup Rasululullah saw dan jalan hidup para pengikutnya. Demikian penegasan Allah swt dalam QS Yusuf ayat 108. Maka menjadi Da’i (penyeru manusia ke jalan Allah) adalah satu kemuliaan.

Syekh Muhammad Namr al-Khatib dalam kitab Mursyid al-Dua’ ilallah mendefinisikan dakwah sebagai bangkitnya ulama yang tercerahkan untuk menyampaikan Islam kepada manusia dan mengajarkan kepada mereka urusan agama yang akan membuka mata kepala mereka dan memberikan kepada mereka tuntunan tentang hakikat dunia sesuai dengan agama Allah menurut ukuran kemampuan. Sementara itu, Dr. Rauf Syalabi dalam kitabnya al-Dakwah fi ‘Ahdiha al-Makky mendefinisikan dakwah sebagai harakah Islamiyah dalam dua sisinya, teori dan praktik, sebagai sebuah harakah untuk membangun daulah Islamiyah dan mempertahankan keberlanjutan eksistensinya.

Dakwah dengan ceramah adalah dua hal yang berbeda meskipun terkadang sebagian orang mengidentikkannya. Ceramah hanyalah salah satu uslub di antara sekian banyak uslub dakwah. Dakwah lebih luas daripada ceramah. Baik dalam dakwah secara umum, maupun dalam ceramah secara khusus dibutuhkan keikhlasan dan ilmu dari pengembannya agar mencapai keberhasilan dan terhindar dari kegagalan.

Keberhasilan dakwah sangat ditentukan oleh tingkat kesesuaiannya dengan manhaj Nabi saw. Dakwah yang mengikuti manhaj Nabi saw. akan mampu mengeluarkan manusia dari aneka kegelapan menuju kepada satu cahaya.

 

Dr. H. Syahrir nuhun, Lc, M.THi


Salam
Pengurus