Hikmah Ketiga Puluh Empat : Menasehati dan Mempermalukan (28/01/2019)

Assalamu alaikum Wr Wb.

 

Menyampaikan nasehat haruslah berangkat dari niat yang tulus untuk memperbaiki dan dengan cara yang benar dan baik. Terkadang ada yang memberi nasehat karena keangkuhan merasa diri lebih suci daripada yang dinasehati. Terkadang ada pula yang menyampaikan nasehat dengan cara yang tidak bijaksana sehingga mempermalukan orang lain. Menasehati dan mempermalukan adalah dua hal yang sangat berbeda jauh.

 

 

Dua orang yang berbeda menyampaikan nasehat yang sama kepada satu orang. Nasehat pertama ditolak mentah-mentah, sedangkan nasehat kedua diterima dengan lapang dada.

 

Mengapa ada nasehat yang begitu mudah menggugah jiwa dan berbuah penerimaan, namun ada pula nasehat yang tidak berbekas di hati, sehingga malah menghasilkan penolakan?

 

Menyampaikan nasehat yang bisa diterima orang lain tidaklah mudah. Nasehat haruslah berangkat dari niat yang tulus dan dilakukan dengan cara yang benar dan baik.

Sampaikanlah nasehat dengan niat untuk melksanakan peintah Allah sebagai bagian dai upaya untuk memperbaiki diri sendiri dan memperbaiki orang lain, bukan karena merasa lebih baik dibandingkan dengan orang yang dinasehati. Terkadang ada yang memberi nasehat karena keangkuhan merasa diri lebih suci daripada yang dinasehati.

Tidak selayaknya seseorang merasa lebih suci dibandingkan dengan orang lain. Allah swt. mengingatkan di dalam firman-Nya:

 

هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

 

Terjemah:

Dia lebih mengetahui kamu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu Maka janganlah kamu menyatakan diri kamu suci, Dialah yang paling mengetahui orang-orang yang bertakwa.

(QS an-Najm: 32)

 

Selain niat yang tulus, cara menyampaikan nasehat juga harus benar dan baik. Terkadang ada yang menyampaikan nasehat dengan cara yang tidak bijaksana sehingga lebih terkesan mempermalukan orang lain daripada memperbaikinya.

Menasehati dan mempermalukan adalah dua hal yang sangat berbeda. Ketika seseorang menasehati orang lain, maka kehormatannya akan dijaga. Namun apabila kehormatannya diabaikan, maka pada hakikatnya itu bukanlah nasehat, tetapi mempermalukan.

 

Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc. M.THi


Salam
Pengurus