Hikmah Ketiga Puluh Lima : Mengajarkan Ilmu (06/02/2019)

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Air kalau tidak mengalir akan menjadi keruh. Sebaliknya air apabila mengalir dengan lancar maka akan menjadi jernih. Begitulah ilmu yang tidak diajarkan akan mengeruhkan jiwa pemilik ilmu. Sebaliknya, dengan mengajarkannya kepada orang lain akan menjernihkan hati pemilik ilmu. Maka ajarkanlah ilmu yang engkau miliki kepada siapapun yang membutuhkan dan jangan menyimpannya untuk dirimu sendiri.

 

“Sebetulnya dia orang yang berilmu, sayang sekali ilmunya tidak pernah diajarkan kepada orang lain”.

Begitulah komentar orang banyak terhadap seorang teman yang memang berilmu, tetapi jarang menyampaikan ilmunya

 

Ilmu bukan hanya untuk ilmu. Pengetahuan bukan hanya sebatas untuk diketahui. Lebih dari itu, Ilmu untuk diamalkan dan diajarkan.

Ilmu seumpama air. Perhatikanlah air yang tidak mengalir. Ketika alirannya tersendat, maka ia akan menjadi keruh. Sebaliknya air apabila mengalir dengan lancar maka akan menjadi jernih. Begitulah ilmu yang tidak diajarkan akan mengeruhkan jiwa pemilik ilmu. Sebaliknya, dengan mengajarkannya kepada orang lain akan menjernihkan hati pemilik ilmu.

Maka ajarkanlah ilmu yang engkau miliki kepada siapapun yang membutuhkan dan jangan menyimpannya hanya untuk dirimu sendiri. Begitu pentingnya mengajarkan ilmu yang dimiliki sehingga Nabi saw. mengingatkan dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أَلْجَمَهُ اللَّهُ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang ditanya satu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, maka ia akan dikekang oleh Allah dengan kekang yang terbuat dari api di hari kiamat.

(HR. Abu Dawud)

           

            Ilmu yang diajarkan kepada orang lain tidak akan berkurang kadarnya. Sebaliknya ilmu yang diajarkan akan semakin bertambah kuantitas dan kualitasnya. Semakin sering diajarkan, maka akan semakin tersimpan dalam ingatan. Allah swt. juga akan memberikan keberkahan ilmu kepada yang mengajarkannya.

Ilmu yang diajarkan tidak hanya memberikan manfaat di dunia, tetapi sampai di hari kemudian kelak. Ketika seseorang telah meninggalkan dunia ini, maka ia masih bisa mendapatkan manfaat dari ilmu yang pernah ia ajarkan.

Semoga Allah swt menjadikan para pembaca dan saya sebagai orang yang berilmu, mengamalkannya, mengajarkan ilmunya, dan ikhlas dalam beramal.

 

Oleh : Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc. M.THI


Salam
Pengurus