Hikmah Ketiga Puluh Tujuh : Keyakinan akan kekuasaan Allah (18/03/2019)

 

Sekiranya seluruh makhluk bersatu padu ingin memberikan satu kebaikan kepadamu, maka itu tidak akan pernah terjadi selama Allah tidak mengizinkannya. Demikian pula adanya, sekiranya seluruh makhluk bersatu padu ingin menimpakan satu keburukan kepadamu, maka itu juga tidak akan pernah terjadi selama Allah tidak menghendakinya. Yakinlah tidak ada satupun kekuatan yang sanggup menolak keburukan, sebagaimana tidak ada satupun kekuatan yang sanggup untuk mendatangkan kebaikan kecuali dengan izin Allah semata-mata. Bersandarlah hanya kepada Allah, kuatkanlah jiwamu dengan keyakinan akan kekuasaan-Nya.

 

Apa yang anda rasakan ketika tidak makan dan minum selama beberapa hari?

Tubuh menjadi loyo, lemas dan tidak bertenaga.

Lalu bagaimana keadaan anda ketika kehilangan keyakinan kepada Allah selama beberapa detik?

Jiwa akan menjadi lemah dan tidak bersemangat. 

 

Begitulah keadaan manusia. Manusia adalah makhluk yang terdiri dari jiwa dan tubuh. Keduanya membutuhkan suplemen untuk menjaga kekuatannya. Suplemen tubuh adalah makanan dan minuman, sedangkan suplemen jiwa adalah keyakinan.

Tanpa makan dan minum, tubuh akan menjadi lemas dan tidak berdaya, namun tanpa keyakinan maka jiwa yang akan menjadi lemah tanpa semangat.

Keyakinan tertinggi seorang manusia adalah keyakinan kepada Pencipta, Pemelihara dan Penguasa alam semesta, Allah swt

Dengan keyakinan kepada Allah swt., maka setiap kesulitan akan dilewati dengan penuh kesabaran. Semua tantangan akan dihadapi dengan penuh kegigihan. Semua keinginan akan diupayakan dengan penuh keuletan Usaha akan dikerahkan dengan maksimal, sembari menyandarkan hasil akhirnya hanya kepada Allah swt.

Begitu pentingnya memiliki keyakinan akan kekuasaan Allah swt., Rasulullah saw memberikan pesan kepada ‘Abdullah bin ‘Abbas ra. Sebagaimana yang terangkum dalam hadis berikut ini:

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا فَقَالَ « يَا غُلاَمُ إِنِّى أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ ».

 

Artinya:

Dari Ibn ‘Abbas ia berkata, suatu hari saya di belakang Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: ”Wahai anak kecil! Sesungguhnya saya akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Peliharalah Allah, niscaya Allah akan memeliharamu; peliharalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu; apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah; apabila engkau memohon bantuan, mohonlah kepada Allah; Ketahuilah! Sekiranya seluruh makhluk bersatu padu ingin memberikan satu manfaat kepadamu, maka itu tidak akan pernah terjadi kecuali telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Demikian pula adanya, sekiranya seluruh makhluk bersatu padu ingin menimpakan satu keburukan kepadamu, maka itu tidak akan terjadi kecuali telah ditetapkan oleh Allah atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.

(HR al-Turmudzi)

 

Dari sekian banyak pesan yang disampaikan oleh Rasulullah saw. kepada ‘Abdullah ibn ‘Abbas, salah satu di antaranya adalah pesan untuk menanamkan keyakinan di dalam diri bahwasanya hanya Allah swt. satu-satunya yang bisa memberikan manfaat atau menimpakan satu keburukan kepada manusia.

Keyakinan bahwa tidak ada satupun kekuatan yang sanggup menolak keburukan, sebagaimana tidak ada satupun kekuatan yang sanggup untuk mendatangkan kebaikan kecuali dengan izin Allah semata-mata adalah kandungan dari kalimat La haula wa la quwwata illa billah

            Dengan keyakinan semacam ini, maka seseorang tidak akan terpengaruh dengan penilaian dan pandangan manusia, selama apa yang dilakukan sesuai dengan perintah Allah swt. karena yang terpenting adalah mendapatkan ridha Allah swt.

 

Dr. Syahrir  Nuhun, Lc, M.TH.I

 


Salam
Pengurus