Hikmah Ketiga Puluh Delapan : Takut kepada Allah (09/04/2019)

Semakin mendalam iman, akan semakin mendalam rasa takut kepada Allah. Semakin bertambah ilmu, akan semakin bertambah rasa takut kepada Allah. Semakin mengenal Allah, niscaya akan semakin kokoh rasa takut kepada-Nya. Barang siapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuat seluruh makhluk segan kepadanya. Barang siapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya takut kepada siapa saja, bahkan terhadap bayangannya sendiri.

 

 

Motivasi apakah yang mendorong anda untuk beribadah kepada Allah?

Rasa takut, berharap atau rasa cinta.

 

Ada banyak motivasi yang mendasari seseorang untuk beribadah kepada Allah. Salah satunya adalah rasa takut kepada Allah. Takut mendapatkan siksa dan murka-Nya.

Rasa takut kepada Allah mempunyai beberapa tingkatan. Tingkatan yang pertama dinamakan dengan khauf, yaitu rasa takut kepada Allah atas dasar iman. Orang yang beriman pasti akan mempunyai rasa takut kepada Allah. Semakin mendalam iman, akan semakin mendalam rasa takut kepada Allah.

Tingkatan yang kedua dinamakan dengan khasyyah, yaitu rasa takut kepada Allah atas dasar iman dan ilmu. Semakin bertambah ilmu, mestinya semakin bertambah pula rasa takut kepada Allah. Apabila ada orang yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah rasa takutnya kepada Allah, maka dia akan semakin jauh dari Allah.

Allah swt. berfirman:

 

وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ * وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Terjemah:

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama

(QS Fathir: 27-28)

 

Tingkatan yang ketiga dinamakan dengan haibah, yaitu rasa takut kepada Allah atas dasar iman, ilmu dan ma’rifah (mengenal) Allah. Semakin mengenal Allah, niscaya akan semakin kokoh rasa takut kepada-Nya.

Apabila ada seseorang yang ‘merasa’ sudah mengenal Allah dan mengaku sudah mencapai tingkat ma’rifat, lalu kemudian mengabaikan pelaksanaan syariat, maka yakinlah bahwa itu adalah perasaan semu dan pengakuan dusta. Pengenalan terhadap Allah seharusnya justru menjadikan seseorang semakin takut kepada Allah dan semakin menjaga pelaksanaan hukum-hukum syariat.

Rasa takut kepada Allah mempunyai beberapa indikator, yaitu pertama, menyadari kehinaan dirinya di hadapan Allah; kedua; menilai amal kebaikannya masih sedikit;  dan ketiga, sebaliknya menilai keburukannya sudah banyak.

Kesadaran akan kehinaan diri di hadapan Allah swt. akan menjadikan seseorang terhindar dari kesombongan dan rasa takabbur. Dia akan menjadi orang yang rendah hati.

Kesadaran akan sedikitnya amal kebaikan akan mendorong seseorang untuk selalu memperbanyak amal kebaikan dan sebaliknya kesadaran akan banyaknya amal keburukan akan menghindarkan seseorang dari memperbanyak keburukan.

Rasa takut kepada Allah akan mendatangkan kemuliaan dunia akhirat. Barang siapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuat seluruh makhluk segan kepadanya. Sebaliknya, barang siapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya takut kepada siapa saja, bahkan terhadap bayangannya sendiri.

Tanamkanlah dalam hati rasa takut kepada Allah niscaya akan menjauhkan dari dosa dan maksiat dan mendekatkan kepada ketaatan kepada-Nya.

 

Dr. Syahrir Nuhun, Lc,M.TH.I


Salam
Pengurus