Hikmah Keempat Puluh : Kekuatan Harapan (22/04/2019)

Jangan pernah meremehkan sebuah harapan. Harapan, sekecil apapun wujudnya, adalah energi yang luar biasa yang sanggup memberikan kekuatan untuk tidak menyerah dan memberikan kemampuan untuk bertahan di tengah goncangan kehidupan. Harapan itu pulalah yang akan menjadikan seseorang tidak akan mau menyia-nyiakan sedetik pun dari waktunya untuk selalu memohon kepada Zat yang Maha Kuasa yang sanggup mengubah apapun yang terasa mustahil bagi manusia menjadi sesuatu yang begitu mudah agar harapan itu bisa terwujud dengan cara dan dalam bentuk yang hanya Dia saja yang paling mengetahuinya
 

Pernahkah anda mengalami suatu masa dalam perjalanan hidup, ketika merasa berada pada titik nadir, titik terendah dalam kehidupan, ketika semua pintu sepertinya sudah tertutup dan tidak mungkin lagi terbuka, ketika menghadapi jalan buntu dan terasa tidak ada lagi jalan keluar. Semuanya menjadi gelap tanpa ada setitik pun cahaya?

Pada saat sepeti itulah akan muncul di dalam dirimu satu kekuatan besar yang membangkitkan kembali semangatmu yang hampir padam. Kekuatan itu adalah HARAPAN.

Harapan, sekecil apapun wujudnya, adalah energi yang luar biasa yang sanggup memberikan kekuatan untuk tidak menyerah dan memberikan kemampuan untuk bertahan di tengah goncangan kehidupan. Harapan manusia yang terbesar adalah pengharapan kepada Allah swt. Simaklah ayat berikut ini!

 

قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ. قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُون

 

Terjemah:

Katakanlah: “Siapakah yang akan menyelamatkanmu dari aneka kegelapan di daratan dan di lautan, yang kepada-Nya kamu berdoa dengan merendahkan diri serta melembutkan suara (sambil berkata): “Sesungguhnya jika Dia telah menyelamatkan kami dari ini, pastilah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.” Katakanlah: Allah yang akan menyelamatkan kamu darinya dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu menyekutukannya.

(QS al-An’am: 63-64)

 

Ayat di atas menunjukkan bahwa manusia sedurhaka apapun, pada saat berada dalam satu kesulitan besar akan mengingat Allah dan mengharap kepada-Nya dengan sepenuh pengharapan agar Dia mengeluarkannya dari kesulitan tersebut.

Masih ingat kisah Fir’aun, manusia yang memproklamirkan dirinya di hadapan rakyatnya bahwa dia adalah tuhan yang tertinggi. Ketika Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah swt dan pada saat kematiannya sudah sangat dekat, ia lalu menyadari bahwa ia tidak mungkin lagi selamat, maka pada akhirnya ia berujar: “Saya beriman kepada Tuhan yang diimani oleh Bani Israil, Tuhannya Musa dan Harun”.

Pengakuan Fir’aun memang sudah terlambat. Namun paling tidak, kita bisa mengambil pelajaran bahwa begitulah Fir’aun dan begitulah manusia, sedurhaka apapun, di dalam dirinya akan selalu muncul pengharapan kepada Allah swt.

Harapan itulah yang semestinya menjadikan seseorang tidak menyia-nyiakan sedetik pun dari waktunya untuk selalu memohon dan berdoa.

Yang terpenting dari sebuah doa bukanlah dikabulkan atau tidak dikabulkan, tetapi yang terpenting adalah kesadaran bahwa sekuat-kuatnya seseorang di hadapan manusia yang lain, tetapi dia tetap butuh kepada kepada Zat yang Maha Kuasa yang sanggup mengubah apapun yang terasa mustahil bagi manusia menjadi sesuatu yang begitu mudah.

Peliharalah harapanmu  dan berdoa  agar harapan itu bisa terwujud dengan cara dan dalam bentuk yang hanya Dia saja yang paling mengetahuinya.   

(Dr. Syahrir Nuhun, Lc, M.THI)


Salam
Pengurus