Ramadhan Bulan Persatuan (1 Ramadhan 1440)

(Syamril Al Bugisyi)

Awal Ramadhan diawali dengan hal yang positif yaitu pemerintah dan Ormas sepakat awal puasa di tanggal yang sama. Juga diperkirakan lebaran idul fitri juga satu waktu. Ini tanda-tanda positif adanya persatuan Indonesia.

Telah 8 bulan berlalu melalui kampanye Pilpres di mana rakyat Indonesia terbelah menjadi dua kubu. Sangat terasa adanya perbedaan dan pemisahan antara pendukung 01 dan 02.

Sekarang pun di sesi akhir penentuan hasil yang rencananya akan diumumkan tanggal 22 Mei 2019 nuansa perbedaan masih terasa karena salah satu pihak merasa Pilpres ini tidak jujur dan adil.

Datangnya Ramadhan membawa ketenangan tapi juga sedikit menegangkan. Jika konflik yang ada tidak terkelola dengan baik para elit maka bisa saja pecah menjadi kekerasan.

Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi. Ramadhan diharapkan dapat memberi dampak positif kepada suasana bangsa Indonesia. Ibadah puasa yang dilakukan dengan pengendalian diri dan hawa nafsu semoga dapat meredakan emosi rakyat. Suasana kebersamaan yang terwujud dalam aktivitas buka bersama dan shalat tarawih berjamaah semoga juga menyatukan hati rakyat.

Satu hal yang pasti bahwa puasa melatih untuk ikhlas dan jujur. Ibarat dua sisi koin maka ikhlas dan jujur tak bisa dipisahkan. Agar bisa ikhlas maka dibutuhkan kejujuran. Semua pihak akan ikhlas menerima hasil Pilpres jika terlaksana dengan penuh kejujuran.

Puasa juga melatih kepedulian, empati dan solidaritas kepada sesama. Itu adalah modal untuk mewujudkan kolaborasi dan persatuan. Saling merasakan penderitaan dan berkeinginan kuat untuk saling menolong akan membuat sekat hati dapat dihancurkan.


Salam
Pengurus