Hikmah Keempat Puluh Tiga : Menyikapi Permasalahan Hidup (26/06/2019)

Sebanyak apapun permasalahan hidup yang dialami, tetapi itu masih lebih sedikit dibandingkan dengan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu. Sebesar apapun cobaan yang menimpamu, tetapi itu masih lebih kecil dibandingkan dengan kemungkinan buruk yang lain yang bisa terjadi sekiranya Allah menghendakinya. Seberat apapun penderitaan yang engkau rasakan, tetapi itu masih lebih ringan dibandingkan dengan kekuatan besar yang telah Allah berikan kepadamu. Bahkan sebanyak, sebesar dan seberat apapun musibah yang engkau derita, masih jauh lebih banyak dan lebih besar pahala yang telah Allah siapkan untukmu, asalkan engkau bisa bersabar menghadapinya. Bersabarlah! Allah akan menggembirakan orang-orang yang bersabar.

 

Adakah orang yang tidak punya masalah?

Kalau masalah dipersepsikan sebagai ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, maka jawabannya sudah pasti semua orang punya masalah, karena tidak semua keinginan bisa diwujudkan.

Ketika ada seseorang yang merasa tidak punya masalah, maka perasaan tidak bermasalah itu sendiri adalah satu masalah. Itu artinya dia tidak sensitif dengan dirinya, apalagi dengan orang lain.

Masalah akan selalu ada menemani manusia dalam seumur hidupnya. Masalah adalah salah satu bentuk ujian yang ditimpakan oleh Allah swt kepada manusia dan ujian itu adalah satu keniscayaan hidup.

Allah swt. telah menegaskan hal tersebut dalam firman-Nya berikut ini:

 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ.

Terjemah:

Dan pasti Kami akan menguji kalian berupa “sesuatu” dari rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka gembirakanlah orang-orang yang sabar. (yaitu) mereka yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kami akan kembali.

(QS al-Baqarah: 155-156)

 

Selain Allah swt menegaskan dalam ayat di atas bahwa ujian merupakan keniscayaan dan kepastian dalam hidup, Allah swt. juga mengingatkan bahwa ujian darinya hanyalah berupa “sesuatu”.

Kata “sesuatu” bisa dipahami kecil, ringan dan sedikit. Itu artinya permasalahan hidup yang dialami oleh seorang manusia sesungguhnya kecil ringan dan sedikit.

 

Mengapa demikian?

 

Paling tidak ada empat penjelasan yang bisa dikemukakan:

Pertama, Sebanyak apapun permasalahan hidup yang dialami, tetapi itu masih lebih sedikit dibandingkan dengan nikmat Allah yang telah dikaruniakan dalam hidup.

Bandingkanlah misalnya antara masa sakitmu dengan masa sehatmu. Bukankah pada umumnya manusia lebih sering berada dalam masa sehat, dibandingkan berada dalam masa sakit.

 

Kedua, Sebesar apapun cobaan yang menimpa, tetapi itu masih lebih kecil dibandingkan dengan kemungkinan buruk yang lain yang bisa terjadi sekiranya Allah menghendakinya.

Ketika anda kehilangan uang satu juta, pada awalnya itu akan terasa besar, tetapi kalau anda merenung jumlah itu sebetulnya kecil jika dibandingkan dengan kemungkinan yang bisa terjadi. Bukankah anda bisa kehilangan sampai sepuluh juta misalnya

 

Ketiga, Seberat apapun penderitaan yang engkau rasakan, tetapi itu masih lebih ringan dibandingkan dengan kekuatan besar yang telah Allah berikan kepadamu.

Allah swt. telah memberikan kekuatan yang sangat besar kepada manusia dan Allah tidak akan memberi beban di atas kapasitas manusia untuk memikul beban tersebut.

 

Keempat, Bahkan sebanyak, sebesar dan seberat apapun musibah yang engkau derita, masih jauh lebih banyak dan lebih besar pahala yang telah Allah siapkan, asalkan bisa bersabar menghadapinya.

 

Selalulah bersabar karena Allah swt. menggembirakan orang-orang yang bersabar dan menjanjikan pahala yang akan disempurnakan

 

(Dr.Syahrir Nulun, Lc,M.THI)

 

 

 

 

 


Salam
Pengurus