Hikmah Keempat Puluh Tujuh : Berdialog dengan Allah (22/07/2019)

Apabila anda ingin menyapa Allah, berdo’alah. Apabila anda ingin disapa Allah, bacalah al-Qur’an. Dan apabila anda ingin berjumpa Allah dan saling menyapa, shalatlah.

 

Siapakah yang paling engkau inginkan untuk menyapamu?

Kepada siapakah keinginan terbesarmu untuk berbicara?

Seorang hamba yang benar-benar mencintai Tuhannya dan merindukannya, akan menjawab ALLAH.

Dengan Allah-lah, seorang hamba paling memendam kerinduan untuk berkomunikasi.

 

Apabila anda ingin menyapa Allah, berdo’alah. Apabila anda ingin disapa Allah, bacalah al-Qur’an. Dan apabila anda ingin berjumpa Allah dan saling menyapa, shalatlah. Doa, membaca al-Qur’an dan shalat adalah media komunikasi seorang hamba dengan tuhannya.

Ketika seorang hamba berdoa, pada saat itu sesungguhnya ia sedang menyapa Tuhannya, berbisik kepada-Nya, mengeluhkan masalahnya dan mengajukan permohonannya. Maka jagalah adab ketika sedang berdoa.

Sebaliknya, ketika seorang hamba membaca al-Qur’an, pada saat itu Allah swt. sedang bebicara kepadanya. Maka bacalah al-Quran seakan-akan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu. Bacalah dengan perlahan tanpa terburu-buru, berusahalah memahami kandungannya dan meresapi maknanya.

Puncak komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya, tentu saja di dalam shalat. Terutama dalam pembacaan surah al-Fatihah. Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadis berikut:

  

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ - ثَلاَثًا - غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى - وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى - فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ »

 

Artinya:

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan satu shalat tanpa membaca Umm al-Quran, maka shalatnya buntung (beliau mengucapkan tiga kali), yaitu tidak sempurna. Maka dikatakan kepada Abu Hurairah: Sesungguhnya kami (shalat) di belakang imam. Maka Abu Hurairah berkata: Bacalah dalam hatimu karena sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, Allah berfirman: “Saya membagi shalat antara saya dengan hambaku menjadi dua bagian dan untuk hambaku apa yang dia minta. Maka apabila seorang hamba membaca: “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah tuhan semesta alam)”, Allah berfirman: “Hambaku telah memujiku”. Apabila ia membaca: “Arrahmanirrahim (yang Maha pengasih, Maha Penyayang)”, Allah berfirman: “Hambaku telah menyanjungku”. Apabila ia membaca: “Maliki yaumiddin (Yang memiliki hari pembalasan)”, Allah berfirman: “Hambaku telah mengagungkanku”, pada kesempatan lain ia berkata: “Hambaku telah menyerahkan dirinya kepadaku”, Apabila ia berkata: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (Hanya kepada-Mu, kami beribadah dan hanya kepada-Mu, kami meminta pertolongan”, Allah menjawab: “Ini antara saya dengan hambaku dan untuk hambaku apa yang dia minta”. Apabila ia membaca: “Ihdinasshirathal mustaqim, shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladhdhallin”, Allah menjawab: “Ini untuk hambaku dan untuk hambaku apa yang dia minta”.

(HR. Muslim)

 

            Sungguh indah dialog antara seorang hamba dengan tuhannya ketika membaca surah al-Fatihah di dalam shalatnya sebagaimana yang terekam di dalam hadis di atas. Dialog yang menggambarkan betapa Allah swt. begitu dekat dengan hamba-Nya dan Dia akan memberikan kepada hamba-Nya apa yang diminta.

            Oleh karena itu, semakin sering seseorang melaksanakan shalat, semakin sering pula ia berdialog dengan Allah swt. Maka jagalah shalat, rasakanlah kedekatan Allah dan resapilah dialog dengan-Nya.


Salam
Pengurus