KEUTAMAAN DAN ADAB BERDO'A (18/10/2019)

Doa mempunyai banyak nilai dan keutamaan. Sekian banyak ayat al-Quran dan hadis Nabi saw. yang menjelaskan hal tersebut. Di antaranya, pada surah al-Baqarah ayat 186, Allah SWT telah menjanjikan melalui firman-Nya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ 

Terjemah:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku  adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

           

Allah swt. juga telah menjanjikan pada ayat yang lain, yaitu surah Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  

Terjemah:

"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang membesarkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk ke dalam neraka dalam keadaan hina dina.

 

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa doa adalah ibadah, bahkan inti dari ibadah. Selain itu, doa merupakan cara seorang hamba berkomunikasi dengan Allah swt.

Berdoa juga akan menumbuhkan rasa pengharapan dan sikap optimisme dalam hidup. Doa juga adalah senjata bagi orang yang beriman. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibn al-Qayyim, dalam kitab al-Jawab al-Kafi, doa ibarat senjata. Ketika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna tanpa cacat, tangan yang memegang senjata adalah tangan yang kuat dan tidak ada penghalang, maka senjata tersebut akan mengenai sasaran.

Begitulah doa, ketika isi doa tersebut sesuai dengan tuntunan agama, orang yang berdoa memenuhi syarat-syaratnya dan tidak ada yang menghalanginya, maka doa akan dikabulkan.  

Melalui kekuatan doa dan dengan izin Allah, maka ketentuan Allah bisa berubah. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah saw. Dalam hadis berikut:

"Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun sesuatu yang belum terjadi, maka kalian wahai hamba Allah- harus berdoa." (HR. At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Rasulullah saw. bersabda:

"Tidak bisa menolak qadha (takdir yang sudah terjadi) kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur selain kebaikan." (HR. At-Tirmidzi).

Ibnul Qayyim menuturkan bahwa doa termasuk obat yang paling bermanfaat dan lawan dari bala’. Doa menolaknya, menahannya atau mengangkatnya Bahkan apabila bala’ itu sudah terjadi, maka doa akan meringankannya.

 

dikutip dari Buku "Mengetuk Pintu Langit" karangan : Dr.Syahrir Nuhun, Lc, M.Thi

 


Salam
Pengurus