HIKMAH KEDUA : KEJUJURAN (08/01/2018)

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

 

Kejujuran

Kejujuran adalah pintu gerbang dari semua kebaikan. Sementara kebaikan adalah jalan menuju ketenangan hidup. Sebaliknya kebohongan akan mendatangkan kegelisahan jiwa dan menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa. Berusahalah untuk selalu jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, meskipun akibatnya akan terasa sangat pahit. Jangan pernah mencoba untuk berbohong walau sekali, karena sekali engkau berbohong akan susah untuk melepaskan diri darinya. Satu kebohongan akan diikuti oleh kebohongan yang berikutnya untuk menutupi kebohongan yang pertama

 

Suatu ketika, saya bertanya kepada sekelompok anak-anak muda; “Apabila kelak kalian dihadapkan pada pilihan ketika hendak memilih jodoh antara pasangan hidup yang kaya, gagah, cerdas dan mapan dalam pekerjaannya, tapi sering berbohong dengan pasangan hidup yang miskin, kecerdasan biasa-biasa saja, penampilan standar dan belum punya pekerjaan tetap, namun sangat menjaga kejujuran, pasangan hidup mana yang akan kalian pilih?”.

Hampir semuanya memilih yang kedua, kecuali beberapa orang yang secara bercanda menjawab yang pertama, namun dengan cepat meralat kembali jawabannya dan beralih memilih yang kedua.

Orang tua, ketika memilih menantu juga akan lebih memilih menantu yang jujur meskipun memiliki banyak kekurangan, daripada menantu yang pembohong sekalipun mempunyai banyak kelebihan

Seorang atasan akan lebih memilih mempekerjakan orang yang jujur meskipun kurang cakap melakukan pekerjaannya daripada orang yang suka berbohong meskipun lebih terampil.

Masyarakat lebih suka pemimpin yang jujur, tampil apa adanya daripada pemimpin yang suka berbohong dan penuh dengan pencitraan.  

Bahkan seorang pembohong pun akan lebih memilih sahabat yang jujur daripada yang pembohong seperti dirinya.

Semua orang merindukan kejujuran karena kejujuran merupakan salah satu akhlak yang paling mulia. Sebaliknya, tidak ada seorang pun yang menyukai kebohongan karena kebohongan merupakan salah satu akhlak yang tercela.

Nabi saw. sangat menekankan kepada umatnya untuk senantiasa jujur dan menjauhi kebohongan. Hal tersebut, di antaranya ditunjukkan dalam hadis berikut:

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

 

Artinya:

Dari ‘Abdullah ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah kalian jujur! Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seseorang terus menerus jujur dan membiasakan kejujuran sehingga pada akhirnya ia akan dicatat disi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhi kebohongan! Sesungguhnya kebohongan akan mengantarkan kepada dosa dan dosa akan menjerumuskan ke dalam neraka. Seseorang terus menerus berbohong dan membiasakan kebohongan sehingga pada akhirnya ia akan dicatat disi Allah sebagai seorang pembohong.

(HR. Muslim)

 

Hadis di atas menunjukkan bahwa kejujuran adalah induk dari kebaikan, sebaliknya kebohongan adalah induk dari keburukan.

Menurut sebagian ulama, kejujuran adalah kesesuaian antara berita dengan realita. Sebagian ulama menyatakan bahwa kejujuran adalah kesesuaian antara yang terlihat dengan yang tersembunyi antara yang nampak dengan yang dirahasiakan. Sebagian ulama menyatakan bahwa kejujuran adalah kesesuaian antara perbuatan dengan tuntutan perintah syariat.

Kejujuran akan memberikan manfaat, baik kepada orang yang jujur itu sendiri maupun kepada orang lain. Bagi orang yang jujur, hatinya akan menjadi tenang karena tidak ada yang perlu disembunyikan dan tidak ada kekhawatiran akan diketahui oleh orang lain.

Orang yang jujur juga akan senantiasa menularkan energi positif  kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itulah, Allah swt. memerintahkan kepada orang yang bertaqwa agar senantiasa bersama dengan orang-orang yang jujur sebagaimana yang difirmankan dalam QS at-Taubah ayat 119, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah orang-orang yang jujur”.

            Dalam ayat di atas, Allah swt. memerintahkan dua hal kepada orang-orang yang beriman, yaitu bertakwa dan bersama orang-orang yang jujur. Hal ini menjadi indikasi bahwa ketakwaan yang ada di dalam hati akan melahirkan kejujuran pada ucapan dan perbuatan.

            Kalau kejujuran mendatangkan ketenangan jiwa dan ketenteraman batin, maka sebaliknya kebohongan akan mendatangkan kegelisahan karena adanya ketakutan apabila yang disembunyikan akan diketahui oleh orang lain. Terkadang demi menutupi satu kebohongan, maka akan melakukan kebohongan yang berikutnya sehingga pada akhirnya akan semakin susah untuk keluar dari kebohongan.

            Maka demi ketenangan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat, senantiasalah berkata dan berlaku jujur dan hindarilah kebohongan dengan sekuat tenaga. 

 

Penulis :

Dr. Syahrir Nuhung,Lc, M.THI

 


Salam
Pengurus