Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (08/01/2018)

Pentingnya pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian dunia internasional. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Adapun tujuan pendidikan anak usia dini adalah untuk membantu mengembangkan berbagai potensi baik psihis maupun pisik yang meliputi moral, nilai-nilai agama, social emosional, kognitif, bahasa, fisik atau motorik, kemandirian dan seni untuk memasuki pendidikan dasar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 tahun 1990 tentang pendidikan pra sekolah dikaitkan dengan undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional memiliki fungsi dan tujuan yaitu dapat dikategorikan dalam tiga ranah yaitu (1) Ranah kognitif mencakup kecakapan dan berilmu (2) Ranah afektif mencakup berakhlak mulia, sehat, beriman, dan bertaqwa, mandiri dan demokratis (3) Ranah psikomotorik mencakup kreatif, keterampilan.

Pada usia dini adalah masa peka bagi anak perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psihis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini adalah masa untuk meletakkan dasar, pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, social emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni moral, dan nilai-nilai agama agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat tercapai secara optimal.

Berdasarkan undang-undang system pendidikan Nasional no.20 tahun 2003 pendidikan diorientasikan kepada penguasaan kompetensi dasar dan dikaitkan dengan peraturan pemerintah no. 25 tahun 2000 tentang otonomi daerah yaitu pelimpahan wewenang dari pusat ke daerah . Dari pusat yaitu standar kompetensi anak dan warga belajar, pedoman pelaksanaan kurikulum, penilaian standar nasional, pedoman materi pihak pembelajaran. Untuk daerah yaitu sekolah membuat silabus menentukan kompetensi dasar, menentukan hasil belajar, memberikan kebebasan memajukan sekolahnya seluas-luasnya demi tercapainya manajemen berbasis sekolah (basic school manajemen of quality improvement).

Anak usia dini memiliki potensi yang perlu ditumbuhkembangkan, menurut pakar pendidikan anak usia dini bahwa “ Anak usia dini memiliki potensi kurang lebih 60 % sebagai berikut:

  1. Anak usia tersebut belum mampu memikirkan latar belakang yang akan terjadi pada dirinya.
  2. Pikirannya belum mengalami ketegangan dan masih muda terpengaruh.
  3. Potensi yang ada pada usia dini masih subur dan murni unuk dikembangkan.
  4. Potensi ini ada pada usia dini dan belum banyak gangguan atau pemikiran yang bercabang.
  5. Masih terkonsentrasi (masih murni).

        Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 27 tahun 1990 tentang pendidikan pra sekolah yaitu pendidikan pra sekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga, sebelum memasuki pendidikan dasar yang diselenggarakan dalam sekolah atau pendidikan di luar sekolah.

        Program kegiatan belajar TK/RA merupakan satu kesatuan program kegiatan belajar yang utuh. Program kegiatan ini berisi bahan-bahan pembelajaran yang disusun menurut pendekatan tematik. Dengan demikian bahan tersebut merupakan tema yang dikembangkan lebih lanjut oleh guru menjadi program kegiatan pembelajaran yang operasional.

Dalam pembahasan pendidikan TK/RA dinyatakan bahwa; TK/RA adalah salah satu bentuk pendidikan sekolah yang bertujuan untuk membantu dan meletakkan dasar ke arah/perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan keluarganya dan untuk pertumbuhan seraya perkembangan selanjutnya. Pendidikan di TK/RA menganut prinsip bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain karena bermain anak adalah dunia belajar.

        Pendidikan pra sekolah memperhatikan beberapa prinsip pendidikan, antara lain (1). TK/RA merupakan salah satu bentuk awal pendidikan sekolah, untuk itu TK/RA perlu menciptakan situasi pendidikan yang dapat memberikan rasa aman dan menyenangkan. (2).Masing-masing anak perlu mendapat perhatian yang bersifat individual sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. (3). Perkembangan adalah hasil proses kematangan dan proses belajar.(4). Kegiatan belajar di TK/RA adalah pembentukan perilaku dengan melalui pembiasaan yang terwujud dalam kegiatan sehari-hari. (5). Sifat kegiatan belajar di TK/RA merupakan perkembangan kemampuan yang telah diperoleh di rumah. (6). Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak usia dini.

 

               Penulis :

               DR. H. A. Muhammad Natsir, S.Pd, M.Pd

              (Dosen UNM Mks, Pemerhati Masalah Pendidikan Anak, Warga GMA)


Salam
Pengurus