HIKMAH KETIGA : KESABARAN (24/01/2018)

Sabar tidak ada batasnya, tapi kesabaran bisa bermetamorfosis dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Sabar juga bukan kepasrahan mutlak tanpa usaha atau keterpaksaan, tetapi sabar adalah pilihan dan kesadaran aktif yang bersifat dinamis untuk meraih yang lebih baik. Jadi jangan pernah menyerah dan putus asa. Yakinlah! Untuk setiap satu kesulitan selalu disertai minimal dua kemudahan.

 

Apakah kesabaran ada batasnya?

Pertanyaan ini seringkali terdengar, terutama dari orang yang sudah merasa putus asa dengan usahanya. 

            Sebagian orang menyatakan bahwa kesabaran memang ada batasnya. Pernyataan tersebut bisa dinilai benar kalau dilihat dari segi kemampuan manusia yang tentu saja terbatas.

Meskipun demikian, Saya pribadi berpandangan bahwa kesabaran tidak mempunyai batas akhir, karena apabila kesabaran mempunyai batas, maka ketika melewati batas, itu artinya sudah tidak sabar lagi. Bagaimanapun juga kemampuan manusia untuk bertahan sampai pada puncak kesabaran, tentulah berbeda-beda.

Mari kita merenungi bersama firman Allah swt. berikut ini:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Terjemah:

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu, serta tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapatkan keberuntungan.

(QS Ali Imran: 200)

 

Dalam ayat di atas, Allah swt. tidak hanya memerintahkan untuk bersabar, tetapi juga memerintahkan untuk mempertahankan dan menguatkan kesabaran.

            Secara bahasa, makna sabar berkisar pada tiga hal. Pertama, menahan; Kedua, ketinggian sesuatu; Ketiga, sejenis batu. Dari makna menahan lahirlah makna konsisten, karena seseorang yang bertahan akan menahan pandangannya pada satu sikap. Seseorang yang bersabar adalah orang yang mampu menahan gejolak hatinya.

Ketiga makna tersebut saling berkaitan karena seseorang yang bersabar akan menahan diri dan untuk itu dia memerlukan jiwa yang kokoh laksana batu sehingga dapat mencapai puncak yang tinggi.

Kesabaran terkadang disalahpahami. Di antara kesalahpahaman tentang kesabaran adalah ketika sabar diidentikkan dengan diam. Pada saat melihat seorang anak kecil yang pendiam, terkadang ada yang langsung berkomentar: “Sabarnya anak ini”.

Ingat orang yang sabar bukan orang yang pendiam.

Kesalahpahaman yang lain tentang kesabaran adalah kesabaran terkadang diidentikkan dengan kepasrahan tanpa usaha. Padahal kesabaran sejatinya adalah pengerahan usaha secara maksimal sampai mencapai atau mendekati puncaknya.

Kesabaran mempunyai beberapa dimensi, di antaranya;

  • Sabar melakukan ketaatan

Sabar dibutuhkan dalam melakukan ketaatan karena karena dalam ketaatan terdapat tantangan yang sangat besar, yaitu kejenuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran untuk mengatasi kejenuhan.

  • Sabar menjauhi maksiat

Sabar dibutuhkan untuk menjauhi maksiat karena manusia mempunyai hawa nafsu yang cenderung mendorong kepada keburukan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran untuk menghindari kemaksiatan

  • Sabar ketika ditimpa musibah.

Musibah, sedikit atau banyak tentulah akan menimbulkan goncangan dalam jiwa. Maka dibutuhkan kesabaran untuk mampu memikul musibah dan menahan goncangan.

Begitu pentingnya kesabaran sehingga perintah bersabar lebih didahulukan daripada perintah shalat pada ayat berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Terjemah:

Wahai orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.

(QS al-Baqarah: 153)

 

Sebagian ulama membagi bentuk kesabaran menjadi dua macam, yaitu sabar jasmani dan sabar rohani. Sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. Adapun sabar rohani yaitu kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti sabar menahan amarah.

Beberapa contoh bentuk kesabaran yang diabadikan di dalam al-Qur’an adalah:

  • Sabar terhadap orang yang berbeda keyakinan

وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ ءَامَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Terjemah:

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

(QS al-A’raf: 87)

 

  • Sabar terhadap orang yang berbeda pendapat

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Terjemah:

Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

(QS al-Anfal: 46)

 

  • Sabar dalam menyuruh kepada kebaikan

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Terjemah:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.

(Qs Thaha: 132)

 

  • Sabar ketika ditimpa musibah

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Terjemah:

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun".

(QS al-Baqarah: 155-156)

 

  • Sabar dengan tidak meladeni ucapan-ucapan yang tidak baik

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

Terjemah:

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

(Qs al-Muzammil: 10)

  • Sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ

Terjemah:

Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

(QS al-Baqarah: 177)

  • Sabar melaksanakan hukum-hukum Allah swt

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ ءَاثِمًا أَوْ كَفُورًا

Terjemah:

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

(QS al-Insan: 24)

 

Bagi orang yang sabar akan mendapatkan banyak keutamaan, selain akan selalu bersama dengan Allah swt. sebagaimana yang dijanjikan dalam ayat 153 surah al-Baqarah, juga akan mendapatkan keutamaan berikut:

  • Disempurnakan pahalanya

 

قُلْ يَاعِبَادِ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Terjemah:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

(QS az-Zumar: 10)

 

  • Dilipatgandakan pahalanya

أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Terjemah:

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

(QS al-Qashash: 54)

  • Mendapatkan pertolongan Allah

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ ءَالَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Terjemah:

ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

(QS Ali Imran: 125)

 

Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan agar bisa bersabar:

  • Berdoa kepada Allah swt. agar dikaruniai kesabaran

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ

Terjemah:

Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

(Qs an-Nahl: 127)

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Terjemah:

"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".

(QS al-Baqarah: 250)

 

  • Membiasakan diri untuk selalu bersama dengan orang lain

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Terjemah:

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

(QS al-Kahfi: 28)

 

Mari kita menjadikan sabar sebagai wasiat di antara satu sama lain sebagaimana perintah Allah dalam ayat berikut:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

Terjemah:

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

(QS al-Balad: 17)

 

Penulis :

Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc, MTHI

Pengasuh Rubrik tanya Ustadz

 

 


Salam
Pengurus